Sabtu, 25 Februari 2012
Nostalgia Gila!
"Bagaimana kabarmu?"
Pesan itu sengaja kuselipkan, sebab aku benar-benar tak tahu takdir apa yang kau jalani hari ini. Juga, aku merasa takut kehilangan ingatan satu sama lain, dan tak tahu lagi bagaimana cara untuk saling menyapa di suatu ketika.
"Ingatkan aku tentang pertemuan itu. Pertemuan yang telah membuat kita tersenyum menutupi ragu. Juga pertemuan-pertemuan sesudahnya".
Kalimat itu yang membuatku berlama-lama duduk menunggu dengan wajah kosong dan kadang berubah-ubah. Galau, begitu istilah sekarang..
Kau tahu aku tak begitu suka dengan perpisahan. Sebab perpisahan begitu menyedihkan, dan kau akan menertawakannya ketika kau tahu aku menangis sendirian dari balik jendela yang terkunci rapat. Tak perlu kau tahu kalau mataku sembab berkaca-kaca menitikkan air mata. "Seperti perempuan saja". Aku yakin kau akan mengatakan demikian.
| Menurut Kamu: |
